Siapa yang tak tahu dengan salah satu perangkat utama dalam sebuah komputer ini. Ya, ia adalah Processor yang juga diistilahkan sebagai otak dari komputer. Tak dapat dipungkiri bahwa perkembangan perangkat keras begitu pesat bahkan produsen hardware telah menyiapkan dan merancang produknya belasan tahun sebelum produk itu resmi dilempar ke pasaran. Hal ini tentu mengundang aroma persaingan bisnis yang sangat ketat seperti yang dialami oleh 2 perusahaan raksasa pengembang processor yang berpusat di Amerika Serikat yakni Intel Corp. dan Advanced Micro Devices (AMD).

Namun kini kita akan sedikit mengulas tentang processor intel, seperti diketahui tahun 2012 lalu intel telah meluncurkan produk terbarunya dengan seri Ivy Bridge yang merupakan generasi ketiga dari keluarga intel core. Intel tetap mempertahankan skema nama “Core i 7/5/3″ seperti yang sudah dipakai oleh processor generasi sebelumnya (Sandy Bridge).

Lalu apa perbedaan dan nilai lebih dari Ivy Bridge dibanding Sandy Bridge? Perbedaan utama dari kedua processor ini adalah ‘process architecture’. Ivy bridge menggunakan 22 nm (nano meter) architecture sedangkan Sandy Bridge menggunakan 32 nm. Itu artinya bahwa Ivy Bridge dapat membawa lebih banyak komponen elektronik di area yang lebih kecil, tentu saja itu berdampak sangat besar pada konsumsi listrik (Ivy Bridge dapat bekerja lebih cepat dan efisien dalam penggunaan energi).

Dengan teknologi 22nm, chip processor Ivy Bridge dapat dibuat lebih kecil dan lebih efisien energi dibandingkan sebelumnya. Intel menyebutkan bahwa peningkatannya sekitar 5-7% lebih cepat. Selain itu, prosesor Ivy Bridge tidak mengeluarkan suhu yang tinggi, sehingga memungkinkan untuk dioverclock lebih tinggi. Chip Intel HD Graphics 4000 yang tertanam di dalam Ivy Bridge diklaim memiliki performa grafis dua kali lebih tinggi dibandingkan Intel HD Graphics 3000 milik Sandy Bridge. Dengan peningkatan performa yang begitu besar, chip grafis Ivy Bridge sudah cukup kuat untuk menjalankan aplikasi grafis serta game-game terkini tanpa dukungan VGA dengan kualitas mentereng. Tanpa VGA pun, kita sudah dapat menikmati kualitas gambar yang cukup baik.

Lantas bagaimana kita dapat membedakan secara fisik antara intel Ivy Bridge dan Sandy Bridge? Processor Core i7/5/3 terbaru yang berasal dari keluarga “Ivy Bridge” memiliki akhiran nomor model yang diawali dengan angka “3” dan berjumlah 4 angka, misalnya Core i5-3470 atau Core i3-3220. Cukup mudah bukan?

Warning…!

Buat anda yang terbiasa meng-overclock processor, ada peringatan nih. Prosesor baru seri “Ivy Bridge” besutan Intel disebut mengeluarkan panas berlebih yang tak wajar, hingga beda 20 derajat Celcius saat di-overclock (dipaksa melebihi kemampuan aslinya). Hal ini diungkap oleh PC Watch yang melakukan pengujian terhadap prosesor terbaru dari Intel ini. Intinya, gak usah lah melakukan overclock berlebihan! Gak kasihan sama processor? dipaksa untuk berlari dengan cepat padahal ia tidak memiliki persedian bekal yang cukup? Kecuali untuk sekedar belajar mengetes sampai sejauh mana batas kemampuan/kecepatan processor, hal itu boleh-boleh saja.

Leave a Reply

*