Arsenal, Tim segudang prestasi dengan raihan banyak gelar ini merupakan salah satu tim sepak bola Inggris yang paling disegani di kancah kompetisi lokal maupun Eropa. Tak heran bila The Gunners (Julukan Arsenal) selalu difavoritkan untuk dapat merebut gelar pada kompetisi yang dilakoninya, namun kini pandangan itu berubah drastis seiring puasa gelar yang dialami oleh klub anggota The Big Four Liga Inggris ini sejak 8 tahun silam. Arus gelar Arsenal praktis terhenti sejak musim 2004/2005 di kancah liga. Saat itu, ‘Meriam London’ yang masih diperkuat Patrick Vieira, Robert Pires, dan Dennis Bergkamp memenangi Piala FA 2005 usai mengalahkan Manchester United di final melalui drama adu penalti.

The Gunners

Tak ayal bila kinerja manajemen klub menjadi sasaran amuk fans fanatik dan menjadi kambing hitam atas semua kegagalan klub yang bermarkas di Emirates Stadium ini. Alisher Usmanov (konglomerat asal Uzbekistan yang juga merupakan pemegang saham terbesar kedua di Arsenal) mengungkapkan bahwa kebijakan para petinggi klub adalah penyebab utama The Gunners mengalami paceklik gelar juara, “kebijakan di dalam manajemen klub sekarang ini membuat Arsene Wenger mendapatkan kesempatan yang lebih sedikit untuk membangun tim jangka panjang,” Imbuhnya.

Di saat klub-klub besar Liga Primer Inggris, seperti Manchester City, Chelsea, dan Manchester United mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan pemain bintang, Arsenal justru melakukan hal sebaliknya. Klub asal Kota London Utara itu malah melepas sederat pemain topnya dalam beberapa tahun terakhir ini. Patrick Viera, Thierry Henry, Kolo Toure, Emmanuel Adebayor, Cesc Fabregas, Samir Nasri, Gael Clichy dan terakhir Robin Van Persie adalah sejumlah pemain beken yang sudah dijual Arsenal. Dengan kebijakan seperti itu, Usmanov menyatakan Arsenal tidak akan mampu meraih prestasi yang membanggakan.

Lain halnya dengan Patrick Vieira (Pemain Legendaris Arsenal) yang juga dibuat resah dan hawatir akan masa depan mantan klubnya itu menyatakan bahwa kegagalan Arsenal disebabkan karena Manajer/Pelatih Arsene Wenger lebih mengedepankan permainan indah dari pada kemenangan, “Jadi sekarang yang dibutuhkan Arsenal adalah meraih gelar dan itu tidak cukup dengan hanya mengandalkan sepak bola indah.” Pungkasnya. Memang diketahui bahwa Arsenal dibawah asuhan Wenger selalu konsisten menerapkan sepak bola menyerang dengan umpan-umpan pendek cepat dan akurasi tinggi, hal ini justru menuai kritik dari para pengamat agar Arsenal juga harus sesekali bermain bertahan.

Namun Pelatih berkebangsaan Prancis itu punya pembelaan terkait minimnya prestasi yang diraih tim asuhannya dengan dalih tiket lolos ke liga Champions Eropa sudah merupakan pencapaian yang luar biasa, “Kadang-kadang, konsistensi kami tak diakui cuma karena minimnya trofi. Namun, seperti yang saya bilang sebelumnya, kami adalah satu dari tiga tim yang selalu lolos ke Liga Champions dalam 15 musim secara berturut-turut,” ungkap Wenger.

Menurut hemat kami, apapun kritikan yang muncul memang pantas untuk diterima Arsenal saat ini, kebijakan dalam hal pembelanjaan dan penjualan pemain menjadi kendala utama dalam membangun tim sebesar Arsenal. Namun ini lah fakta dalam sepak bola modern bahwa kita tak dapat memungkiri akan sisi bisnis yang selalu menjadi prioritas oleh para petinggi klub. So, Arsenal adalah tim dengan permainan menghibur dan tetap pada jalurnya untuk menciptakan sepak bola dengan gayanya sendiri yaitu sepak bola modern yang mengandalkan banyak passing.

Leave a Reply

*